News Update :
Comment di sini...Buat kamu yang pengen bertanya tentang blog ini atau tentang apapun yang berhubungan sama Korea...^^ 
ShoutMix chat widget

God Of Study Episode 6

Penulis : rierie_destiny on Wednesday, 24 February 2010 | 17:49

Wednesday, 24 February 2010

Sinopsis/Rekap God of Study Episode 6
Salah satu guru sudah bersiap menekan tombol 'entar', namun tiba-tiba Jang Ma Ri dan salah satu guru lain datang. "Jangan! Jangan lakukan!" teriak guru itu. Ia memberikan isyarat pada Guru Park Kwi Nam (guru yang botak), tapi Kwi Nam tidak mengerti.
"Mungkin kalian sudah tahu." kata Seok Ho. "Grup Wang Bong secara rahasia menginvestigasi sekolah ini untuk mengambil alih."
Semua guru terkejut. "Apa?!"
"Disini ada dokumen tentang Grup Wang Bong." Seok Ho menunjukkan sebuah flashdisk. Seok Ho menayangkan isi flashdisk itu. "Mereka menginvestigasi berdasarkan standar akademik dan rasio kelulusan siswa. Jika kalian mengekspos masalah intern sekolah, menurut kalian apa yang akan dilakukan Grup Wang Bong? Mereka akan menjadikan Byung Moon sekolah private."
Para guru menyerah.


Murid-murid kelas khusus diberikan selembar kertas kosong. Guru Cha menyuruh mereka membuat soal sendiri, kemudian ditukar dengan murid yang lain untuk menyelesaikan soal itu.
Mereka pusing memikirkan apa pertanyaan yang akan mereka buat, namun pada akhirnya mereka berpikir dan mencoba.
Setelah selesai, masing-masing saling menukar soal dan mencoba mengerjakan soal tersebut.
Guru Cha mengatakan soal Pul Ip-lah yang paling baik karena ia memikirkan apakah temannya bisa mengerjakan soal itu atau tidak.


Setelah pelajaran guru Cha, kini giliran Anthony. Guru Cha terlihat sangat kesal dan marah ketika melihat Anthony.
Anthony memberi anak-anak kostum untuk dance (terlalu lebay, menurutku). Jelas Baek Hyun kesal dan memasukkan kembali kostum itu.

Soo Jung bekerja keras sampai larut malam untuk mempersiapkan pertandingan bahasa Inggrisnya dengan Anthony.


Pul Ip pulang ke rumah dan marah-marah melihat ibunya sedang bersama pria yang jauh lebih muda. "Paman, kenapa kau di sini terus setiap malam? Apa kau ingin mengeruk uang dari ibuku? Ibuku tidak punya uang!"
Ibu Pul Ip balik memarahi. "Apa kau merasa hebat hanya karena ada di kelas khusus? Bagaimana bisa kau bersikap tidak sopan pada Paman dan ibu? Kau harus tahu kemampuanmu! Orang seperti kau hanya bermimpi bisa masuk ke universitas itu!"
"Ya!" seru Pul Ip. "Aku tahu itu! Dengan ibu dan rumah yang seperti ini... Aku sudah tahu, tanpa ibu memberitahu aku."
Pul Ip berjalan keluar dan menangis. Saat itu Baek Hyun melihatnya dan mengajaknya naik motor bersama sambil mengantarkan pesanan. Setelah itu, mereka duduk di taman.
"Sepertinya, jika aku hidup dengan ibuku, aku tidak akan pernah bisa bahagia." kata Pul Ip bercerita pada Baek Hyun. "Jika aku kesal pada kelakuan ibuku, aku mencoba menerimanya. Tapi sekarang aku punya harapan. Jika aku bisa masuk ke universitas, aku bisa meninggalkan rumah itu."
"Universitas Chun Ha?" tanya Baek hyun. "Aku tidak yakin tentang itu."
"Aku akan belajar keras." kata Pul Ip. "Aku akan bisa mandiri dan hidup sendiri jika aku menjadi seorang sarjana."
"Itu artinya, kau berharap pada Kang Seok Ho." kata Baek Hyun tanpa ekspresi.
"Kelihatannya kau tidak suka padanya." Pul Ip memandang Baek Hyun.
"Bukan, tapi aku merasa kau dan yang lainnya dimanfaatkan oleh Kang Seok Ho."
"Itu tidak benar." kata Pul Ip. "Akulah yang ingin belajar keras."
"Apa kau bisa masuk ke universitas hanya karena belajar keras?" tanya Baek Hyun (ga tau kenapa aku sebel banget ma Baek hyun ini. Sabar, sabar...). "Jikapun begitu, apa kau akan bahagia karenanya?"
"Bukankah bagus kalau kita punya tujuan?" Pul Ip berkata agak keras. "Karena itu aku akan belajar dengan keras!"
"Kau pasti bercanda." Baek Hyun berkata lagi, keras kepala (bisa-bisanya dia buat temennya down, bukannya menyemangati temannya yang berusaha!). "Sepertinya otakmu sudah dicuci oleh seseorang yang egois dan kau berilusi seakan-akan ada kesempatan. Aku tidak suka itu."
Pul Ip tertawa mendengar kata-katanya. "Hwang Baek Hyun, apa kau tidak merasa bersalah bilang begitu?" Pul Ip berjalan pergi. "Aku bicara jujur padamu, tapi kenapa kau bersikap seperti ini? Kau selalu seperti itu, membuat orang lain merasa sulit."


Guru Soo Jung dan Anthony mulai mempersiapkan perlombaan.
Anthony menggunakan metode uniknya untuk mengajar anak-anak kelas khusus, dengan dance. Semua murid kelas khusus menggunakan kostum yang diberikan Anthony, kecuali Baek Hyun, tentu saja.
"Kita tidak mungkin bisa menang hanya dengan belajar 4 hari." kata Baek Hyun.
"Jangan khawatir. Kita punya senjata rahasia." ujar Anthony. Ia menunjukkan sesuatu di tangannya, "USB." Ia menayangkan isi USB itu, yang ternyata berisi susunan kata dalam baha Inggris. "Aku sangat yakin pada '100 Susunan Kata Bahasa Inggris' ini! Kalian harus menghafalkan semua kata ini dalam waktu 4 hari. Selama kalian bisa menghafalkan susunan kata dasar ini, kalian akan bisa mengerjakan semua soal essay yang diberikan. Selain itu, kalian juga akan meningkatkan kemampuan pemahaman, mendengar dan membaca."
"Benarkah?" tanya Hyun Jung ragu.
"Benar!" jawa Anthony. "Dalam lagu tadi, kita juga sudah mengatakan beberapa susunan kata dasar. Kalian tidak sadar? Baiklah, ayo kita mulai."
Pul Ip mengangkat tangannnya. "Maaf, tolong cetak itu untuk kami."
"Aku akan mencetaknya." Chan Doo menawarkan.
"Tidak, tidak." kata Anthony keberatan. "Kalian harus menghafalkan semuanya sekarang."
"Bagaimana caranya?" tanya Bong Goo.
"Karena aku yang menulis ini sendiri, maka aku tidak mau ini tersebar keluar dengan bebas." kata Anthony. "Gunakan otak kalian dan simpan semua ini saat ini juga. Dan kau juga tidak boleh memberi tahu teman kalian. Ingat itu. Baik! Ayo kita mulai!"


Guru Soo Jung menggunakan murid yang memang sudah terkenal pandai bahasa Inggris. Satu laki-laki dan satu perempuan. Yang laki-laki bernama Sang Hoon dan yang perempuan adalah teman Chan Doo, Lee Yee Ji.
Guru Soo Jung menjelaskan di papan tulis, namun Sang Hoon tidak mendengarkan, malah mengerjakan soal matematika. "Ini adalah PR dari sekolah." kata Sang Hoon. "Aku duah tahu semua yang kau tulis di sana. Saat SMP, aku adalah murid pertukaran pelajar, jadi Bahasa Inggrisku sangat bagus. Kau tidak perlu khawatir. Ajari saja Yee Ji."


Pu Ip menghafalkan susunan kata bahasa Inggris di taman. Yee Ji mendatanginya dan mengatakan pada Pul Ip, "Kau tidak akan menang. Percuma saja."
"Kenpa kau begitu yakin aku akan kalah?" tanya Pul Ip kesal.
"Bukankah kau bodoh, Kak?" ujar Yee Ji merendahkan. "Bagaimana caramu menang?"
Tiba-tiba Chan Doo datang dan menyapa Pul Ip. Belum sempat Chan Doo mendatangi Pul Ip, Yee Ji sudah menariknya pergi. Pul Ip kesal setangah mati pada Yee Ji.
Baek Hyun melihat Pul Ip dari jauh. Begitu Pul Ip menyadari keberadaan Baek Hyun, ia membuang muka dan pergi.

Seok Ho melakukan penyuluhan untuk para guru. Intinya, pera guru tidak mengajar murid-murid dengan benar dan tidak memperhatikan kebutuhan para murid. Dalam pendidikan, semua pihak sekolah, termasuk murid dan guru harus bisa bekerja sama.
Hampir semua guru memandang Seok Ho dengan pandangan melecehkan, kecuali Ma Ri yang sepertinya terpesona pada Seok Ho.


Anthony mengajari anak-anak lagi. "Jika kalian menemukan bacaan dengan kata-kata yang tidak kalian mengerti, jangan langsung menyerah. Lingkari kata-kata yang tidak kalian tahu, dan gunakan sedikit kreatifitas kalian."
"Bagimana kami bisa menjawab?" tanya Baek Hyun, menantang. "Kami tidak tahu apapun."
"Benar! Kau benar!"ujar Anthony. "Karena itulah aku ingin kalian menghafal ini." Anthony menyalakan OHP. "100 Susunan Kata Dasar... dan masalah kalian akan terselesaikan. Kemudian, gunakan imajinasi kalian."


Chan Doo punya masalah di rumah. Kedua orang tuanya mengatakan pada semua orang bahwa han Doo sudah ada di Boston bersama kakak-kakaknya. Ayahnya melarang Chan Doo mengangkat telepon dan pergi keluar seenaknya.
Chan Doo merasa down. ia hendak menelepon Pul Ip, namun ponsel Pul Ip sedang tidak aktif. Karena itu ia hanya bisa melihat foto Pul Ip di ponselnya. Dengan begitu ia merasa lebih baik.

Seperti biasa, Hyun Jung datang menemui Baek Hyun dan membawakan hadiah, sekotak coklat.


Seok Ho menemui seorang wanita cantik bernama Lee Eun Yo dan memintanya mengajar. Setelah percakapan beberapa saat, Eun Yo setuju.


Hari pertandingan Bahasa Inggris.
"Pul Ip, apa kau gugup?" tanya Anthony.
"Ya." jawab Pul Ip. "Aku sudah menghafal semuanya, namun aku tidak yakin bisa menyusun kata-kata dengan benar."
Chan Doo, Hyun Jung, Bong Goo dan Anthony menyanyikan sebuah lagu bahasa Inggris untuk mereka agar mereka lebih tenang dan terhibur.
Grup Guru Soo Jung sudah datang. Ujian dimulai.
Soal yang diberikan satu lembar dan hanya berisi gambar. Baek Hyun dan Pul Ip merasa gugup. Chan Doo dan yang lainnya ikut gugup. Chan Doo memegang tembok untuk mengirimkan aliran positif, namun tidak mengizinkan Hyun Jung melakukannya. "Kalau begitu aku berdoa saja!"
Baek Hyun gugup dan panik. Ia menghapus tulisan kertasnya sampai sobek. Ia berpikir dan menenangkan diri, lalu mencoba mengerjakan perlahan-lahan.
Pul Ip juga mulai panik. Ia menatap guru Anthony, yang hanya tersenyum padanya, mengisyaratkan untuk tenang. Pul Ip menutup matanya, dan berpikir. Ia mulai tenang dan bisa mengerjakan soal itu.
Waktu selesai. Anthony memeriksa jawaban Sang Hoo dan Yee Ji, sedangkan Soo Jung memeriksa jawaban Baek Hyun dan Pul Ip.
"Kemampuan mereka memang tinggi." pikir Anthony. "Namun aku lebih banyak tahu." Ia mencoret beberapa kata yang salah dan ejaan yang tidak benar.
Di pihak lain, Soo Jung melihat hasil koreksiannya. Kata-kata yang dibuat Baek Hyun dan Pul Ip memang sederhana, namun hanya ada sedikit kesalahan.
"kami akan mengumumkan hasilnya" kata Seok Ho. "Nilai dari kedua siswa akan digabungkan. Silahkan, Guru."
Anthony maju. "Kim Sang Hoon dan Lee Yee Ji, kalian mengerjakan dengan sangat baik. Kemampuan kalian tinggi, sangat tinggi." Sang Hoon dan Yee Ji tersenyum menang. Anthony melanjutkan, "Tidak banyak kata yang salah. Total kesalahan kalian adalah 8. Jadi nilai kalian adalah 92."
Kini giliran Soo Jung. "Baek Hyun dan Pul Ip, kalian melakukan dengan baik. Aku tidak tahu bagaimana kalian mempelajari ini semua dalam waktu singkat. Total kesalahan kalian adalah 7. Jadi nilai kalian 93."
Baek Hyun dan Pul Ip terkejut. Mereka sangat senang dan saling toast, lupa kalau sedang bertengkar.
Sang Hoon dan Yee Ji tidak bisa menerimanya. Mereka maju untuk melihat lembar jawaban.
"Kata-kata yang mereka buat setingkat dengan anak SMP." kata Sang Hoon protes. "Kenapa kami disetarakan dengan kerja mereka?"
"Tapi kesalahan yang mereka buat tidak banyak." kata Seok Ho menjelaskan. "Ujian bukanlah sesuatu yang bisa kalian jadikan ajang pamer. Lebih penting untuk mengetahui dengan pasti dasarnya sehingga kau mengerti."
"Ini omong kosong!" seru Sang Hoon.
"Sikapmu seperti anak SD." kata Seok Ho.
Sang Hoon keluar dari kelas itu. Yee Ji mengucapkan selamat pada Pul Ip dengan terpaksa. Soo Jung berkata pada Baek Hyun dan Pul Ip, "Kerja kalian sangat bagus." Lalu mengajak Yee Ji keluar dari kelas itu.


Soo Jung sanagt tertekan atas kekalahan itu. Anthony menemuinya dan menceritakan kesepakatan antara ia dengan anak-anak. "Dengan anak-anak yang seperti ini, sekarang aku tidak punya rasa penyesalan karena pergi meninggalkan mereka."
Soo Jung meminta Anthony tetap mengajar murid-murid kelas khusus.
Soo Jung meninggalkan surat pengunduran diri di meja Ma Ri. Ma Ri menemui Seok Ho dan Guru Cha untuk menanyakan hal ini. guru Cha langsung memarahi Anthony, mengira Anthony yang menyebabkan Soo Jung mengundurkan diri.
"Kalau dia tidak pergi dari sini! Aku yang akan pergi!" kata Guru Cha pada Seok Ho, lalu berjalan pergi.
Seok Ho meminta Ma Ri menggantikan Guru Cha untuk sementara dan menyerahkan soal-soal padanya agar dikerjakan anak-anak.


Baek Hyun secara tidak sengaja mendengar Ma Ri bicara ditelepon. Ia meninggalkan pesan untuk Soo Jung tentang pengunduran diri Soo Jung.
"Apa?" tanya Baek Hyun. "Mengundurkan diri?! Apa ia keluar?!" bentaknya pada Ma Ri. (Duh, bener-bener ni anak ga tahu sopan-santun).


Seok Ho pergi mencari Soo Jung, dan menemukan Soo Jung sedang mabuk berat. Ia membawa Soo Jung ke rumah sakit.
Ketika tersadar di tengah malam, Soo Jung terkejut melihat Seok Ho tertidur di kursi, menungguinya.
Soo Jung tidur lagi dan terbangun keesokkan paginya. Seok Ho menitipkan handycam yang berisi rekaman saat Soo Jung berkata ia akan melakukan yang terbaik dalam mengajar anak-anak. Seok Ho meninggalkan secarik kertas yang berisi, "Karena kau, Guru Cha Ki Bong berhenti mengajar." Soo Jung terkejut.


Seok Ho datang ke sekolah keesokkan harinya dan datang ke kelas khusus. Kelas itu kosong dan di papan tulis tertulis, "Kelas Khusus Dibubarkan."
cr : nisasuju-chudam

Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

Sinopsis Style Episode 1

Ini adalah Lee Seo-jung (Lee Jia), yang telah bekerja keras selama satu setengah tahun karena terlalu banyak bekerja dan kurang dihargai asisten editor senior di majalah Style. Episode dimulai dengan Seo-jung panik dalam gelap, kantor kosong, muak dengan pekerjaan omong kosong. Ia berteriak, berjalan sekitar dengan marah, dan seethes.





Seo-jung menulis surat pengunduran dirinya, prangko dengan cap jempol yang lipsticked, dan menampar di Gaya poster di tengah-tengah kantor untuk semua orang. Dia pergi untuk mengejar mimpinya menjadi penulis naskah drama!

Tetapi di pagi hari, Seo-jung adalah kembali ke indra, dan memiliki Breakfast at Tiffany's moment ketika ia beholds tas mahal di etalase toko. Penuh kasih sayang ia mengatakan tasnya menunggunya, dan kepala terhadap pekerjaan ... hanya untuk melihat seorang bos tiran, Park Ki-ja (Kim Hye-soo, indah sejuk dan glamor), dengan mengemudi .







Panik! Ki-ja adalah sangat awal, dan Seo-jung sedang menghitung untuk menjadi yang pertama ke kantor agar ia bisa mencatat suratnya. Dia sprint ke kantor, mengambil tangga untuk menghindari berlari ke bosnya, dan terengah-engah perjalanan ke kantor. Sayangnya, dia terlalu lamban, dan Ki-ja melihat surat pengunduran diri. Dia tenang Seo-jung mengatakan untuk mengepak barang-barangnya dan pergi. Berpikir dari tagihan (dan tas di jendela), Seo-jung memohon untuk bosnya untuk mempertimbangkan kembali - dia tidak bersungguh-sungguh! Ia melemparkan diri ke tanah di Ki-ja belas kasihan, memohon untuk kesempatan lain, menyampaikan merobek-robek perutnya keluar, atau mungkin dia kembali untuk memotong terbuka, dalam pengorbanan yang berlebihan.

Dia mendapat kesempatan lain, tapi Ki-ja membawanya di atas nya "menawarkan" dan langkah-langkah di Seo-jung punggung saat ia membuat perjalanan ke sisi lain. Seo-jung jeritan kesakitan dan rol sekitar mencengkeram punggung bawah (sepenuhnya anehnya, aku akan tambahkan).





Ini juga berarti bahwa Ki-ja merendahkan Seo-jung kembali ke tingkat pemula-tugas seperti mengambil kopi, sedangkan sisanya awak duduk di atas pemotretan. Ki-ja adalah direktur kreatif dari tunas yang menampilkan model terkenal (Jessica Gomez), dan fotografer adalah Kim Min-Joon (Lee Yong-woo), Ki-ja's bocah mainan. Sebenarnya, hubungan mereka tampaknya lebih seimbang dari sekadar mainan anak-dinamis, tapi itulah kesan yang lain miliki.

Sayangnya, Seo-jung mendapatkan dirinya ke lebih banyak kesulitan ketika dia diberi tugas pin pengancing yang mahal ke model gaun. Dia memiliki momen pengalih perhatian ketika ia mendesah lebih Min-Joon's cantik fisik, dan secara tidak sengaja pricks Jessica. Model jeritan, kemudian daun dalam sekejap sebelum menembak selesai.

Ini berarti bahwa majalah Gaya terserah sungai kecil tanpa dayung - setelah menghabiskan uang pada model, kru, dan fotografer, Seo-jung telah mengacaukan semua ini dalam satu saat, dan mereka tidak dapat menjadwal ulang dengan Jessica karena dia bepergian hari berikutnya.

Tanah ini Ki-ja dalam air panas dengan bosnya, majalah pemimpin redaksi, Kim Ji-won. Sementara Ki-ja adalah bos utama sehari-hari fungsi, Ji-won adalah atasannya, dan Ki-ja cukup profesional untuk mengambil tanggung jawab atas kekacauan ini. Mereka harus menggunakan foto lainnya menembak di tempat kehilangan salah satu: salah satu yang menampilkan perdana menteri wanita (di bawah), yang pernah terkenal karena gaya fashion-nya, tetapi telah membatasi dirinya seperti laki-laki cocok sejak menjabat. Ji-won juga memberikan Ki-ja tugas kedua: sebuah wawancara dengan gaya korea terkenal makrobiotik koki Seo Woo-jin (Ryu Shi-won), yang baru saja tiba di Korea dan telah menolak semua wawancara.

Penugasan tugas mustahil menetes ke bawah untuk Seo-jung. Ki-ja memberinya kesempatan terakhir untuk menyelamatkan pekerjaannya, dan memberikan dia untuk mengamankan perdana menteri menembak.

Dua tujuan ini bertepatan sebagai Seo Woo-jin adalah koki di fungsi dihadiri oleh perdana menteri. Ki-ja dan Seo-jung tiba di hotel secara terpisah, dan dengan taktik yang jauh berbeda. Sementara Ki-ja profesional dan percaya diri ketika ia jaringan, Seo-jung yang ceroboh dan kasar saat dia mencoba untuk mendekati perdana menteri secara langsung di tengah-tengah makan.

Dia dicegat oleh seorang editor majalah saingan, yang menarik punggungnya, lalu duduk di atas (tanpa dijelaskan alasan). Ini memiliki efek ganda Seo-jung mendapatkan dibawa pergi oleh keamanan dan memperburuk cedera punggungnya. Karena Seo-jung adalah clueless idiot, dia berteriak nyaring di tengah-tengah fungsi formal dia dibawa pergi. Tidak anggun kebijaksanaan dia.

Dia dibawa ke dapur hotel, di mana dia mengerang kesakitan. Chef Woo-jin memandang dia di bingung, tetapi langkah-langkah untuk membantu, menyuruhnya untuk menurunkan celana panjangnya sehingga dia dapat melihat cedera. Namun, dia sudah mengenakan celana terlalu ketat, yang sulit untuk menghapus dan juga telah membatasi aliran darah, membuat rasa sakitnya lebih buruk. Woo-jin menyambar gunting, memotong beberapa inci terbuka, dan mengambil sebuah kit.

Sementara Seo-jung dengan panik bertanya-tanya apa yang dia lakukan untuk dia, Woo-jin bekerja cepat, mengambil jarum akupunktur dan menerapkannya di punggungnya. Ketika ia selesai, ia mengatakan, dia akan mengalami rasa sakit saat ia berlama-lama sembuh, dan daun.

Pada titik ini, Seo-jung adalah percaya bahwa orang asing akan berani bertindak seperti ini orang asing lain, dan menuduh dia bahkan tidak berlisensi dengan benar di Han (Oriental) obat. Woo-jin tidak mengganggu menanggapi tuduhan keras kepadanya dan terus dalam perjalanan ke kamar hotelnya.

Setelah tiba di kamarnya, ia menemukan yang tak terduga, dan agak tidak diinginkan, pengunjung. Ki-ja telah belajar di mana dia tinggal, dan telah merencanakan strategi sendiri untuk mendapatkan sebuah wawancara dengan koki. Kemungkinan besar dia akan ditolak pula, tapi waktunya sangat buruk karena ia sudah kesal dengan nyaring Seo-jung, yang mengikuti dia ke kamar, berteriak-teriak sepanjang jalan.

Bos gapes di asisten, dan Woo-jin register bahwa mereka berdua bekerja untuk majalah yang sama. Keliru mengira mereka bersekongkol seluruh hal untuk menekan dia ke sebuah wawancara, ia menolak mereka berdua dan mendorong mereka keluar dari pintu. (Seo-jung juga belajar bahwa Woo-jin sebenarnya terkenal karena dokter pengobatan Oriental.)

Sekali lagi, Seo-jung meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk mengacaukan kerja bosnya. Jadi Ki-ja memberikan tiga pilihan: Quit, mati, atau wawancara Chef Seo Woo-jin.

Seo-jung merasa sangat rendah, tetapi temannya / teman sekamarnya dan pacar menghiburnya dengan pesta ulang tahun. Lebih jauh lagi, ia memiliki hadiah kejutan baginya: bertindak atas tip temannya, ia telah membeli tas mahal dia telah mengingini.

Seo-jung disentuh, sampai ia mengatakan bahwa ia membelinya pada rencana pembayaran angsuran yang membentang selama tiga tahun. Dia terkejut bahwa ia akan menghabiskan uang itu padanya, tapi lebih buruk lagi, dia jijik bahwa dia ingin sebuah kantong yang memerlukan biaya seperti itu. Dia mengucapkan terima kasih, tetapi mengatakan dia untuk mengembalikannya. Tapi bukannya berterima kasih padanya, dia menjadi marah - jadi dia terkutuk jika dia tidak, dan terkutuk jika dia tidak, bukan? Dia marah mengembalikan kantong, tetapi meminta waktu untuk memikirkan kembali hubungan mereka.

Mencari cara untuk menghibur diri, Ki-ja pergi ke klub dengan Min-Joon - dan menemukan bahwa Woo-jin kebetulan juga berada di sana. Dia pendekatan, dan itu jelas mereka pernah bertemu sebelumnya. Dia akan mencicipi makanan di New York tapi ternyata kurang, yang mengganggu harga dirinya, karena makanan telah universal dipuji oleh orang lain. Mereka terlibat dalam beberapa berduri jawaban yg tepat, tersenyum di permukaan tapi menyindir bahwa itu orang lain yang kurang dalam rasa (baik secara harfiah dan kiasan).

Seo-jung pergi ke Woo-jin untuk mengemis cerita, dan ia tegas menolak. Dia menunjukkan bahwa memasak tak ada hubungannya dengan majalah mode - dan apa yang dia ketahui tentang memasak, sih? Dia berjanji akan melakukan pekerjaan yang baik, dan ia memberinya pekerjaan mencuci sayuran. Dia tidak setuju dengan wawancara, tapi itu caranya untuk (1) menutup tubuhnya dan (2) menyuruhnya bekerja untuk apa yang diinginkannya, sehingga kalau dia menulis tentang makanan, dia akan setidaknya memiliki gagasan yang lebih baik dari apa yang dia tulis.

Hal ini membawa mereka ke jamuan makan siang di mana Woo-jin berfungsi sebagai koki, dan Seo-jung bertindak sebagai asisten. Acara berjalan dengan baik, dan ketika mereka meninggalkan tempat itu, antusias Seo-jung Woo-jin yang ditekan untuk wawancara.

Tapi ia terdiam tengah kalimat saat ia menangkap melihat beberapa duduk di bangku terdekat, menikmati apa yang tampak seperti tanggal cute. Pria bersandar di sebuah ciuman ... dan Seo-jung mengakui pacarnya.

Ia menyela tanggal yang nyaman, menuntut untuk mengetahui apakah ini sebabnya dia ingin beberapa "waktu untuk berpikir," dan pendekatan mengancam. Pacar meraih tangan gadis itu, mendesak dia untuk berlari, dan mengejar terjadi kemudian. Dikonsumsi dengan marah, Seo-jung teman kencan pacarnya sayuran di saat dia berjalan setelah mereka; Woo-jin mengejar dia dan mengambil dia. Dia sangat marah karena ia mencoba untuk membebaskan diri dan bahkan tidak merespon ketika dia setuju untuk melakukan wawancara, dan akhirnya, ia membawa dia di pundaknya dan membawanya pergi.

Sementara itu, Ki-ja dan Ji-won bertemu dengan bos mereka, Sohn Byung-yi, yang tidak melakukan pekerjaan aktual dengan majalah tetapi memegang kekuasaan keuangan (dia mewarisi majalah dari ayahnya). Dia adalah Gaya bosan terus-menerus angka 2 mode majalah, dan isu-isu ultimatum: Jika tidak Style nomor 1 dengan akhir tahun, baik editor dapat mengharapkan untuk menemukan pekerjaan mereka dalam bahaya.

Dia juga berates kedua editor untuk mendapatkan berpuas diri - ketimbang mengejar target penting diri mereka sendiri, mereka mendelegasikan mereka untuk karyawan kecil? Dia perintah Ki-ja untuk mengambil alih dan mendapatkan lebih banyak tangan.





Setelah menyeret Seo-jung pergi, Woo-jin menyiapkan beberapa makanan untuk menenangkan dirinya di (soon-to-be-dibuka) restoran dan memberitahu dia makan atas. Melalui air mata, ia mengaku dalam isak tangis yang terputus-putus ia telah membayar untuknya tidak ada pacar yang baik pinjaman sekolah dan bahkan membuatnya kembali dompet yang indah dari pertimbangan bagi dirinya, tetapi itu hanya membuatnya marah. Woo-jin tampak di dalam kombinasi simpati dan bingung, merasa menyesal untuknya semakin ia menangis.

Pada titik ini, mungkin ini kehilangan tas yang paling menyengat, yang dapat menjelaskan mengapa hal itu sangat menjengkelkan bahwa ia menengadah untuk melihat bahwa sangat tas menghiasi bahu orang lain - it's Park Ki-ja, di sini untuk mencoba membujuk Woo-jin untuk melakukan wawancara.






cr : nisasuju-chudam

Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

[vid] Kang Minhyuk Tearful Confession





cr : nulsaranghaeS3 @Youtube
shared by codeazzurindo

Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

Lee Min Ho and Son Ye Jin for Personal Taste



With March nearly upon us, it’s the time where a load of new dramas make their debut and we have another one to introduce to you. The new MBC mini series, Personal Taste, starring Lee Min Ho and Son Ye Jin recently revealed their promotional stills, generating interest among fans.

Just like Lee Min Ho’s last drama, Boys Over Flowers, he will be romancing his co-star who is older than him by five years off the screen.

The photos were recently taken at MBC Dream Center at Ilsan on the 18th which portrays them living together under one roof as roommates. The story is adapted from a novel of the same name and is about a guy called Jeon Jin Ho who is a straight guy but pretends to be gay in order to become a roommate to his female friend, Park Kae In. Sounds familiar but what matters most is the process.

Personal Taste will premiere on March 31st.

Interview from Y-Star



Source: Allkpop, Y-star.co.kr

videos shared by meow13131313@YT


Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

Ku Hye-sun, as director of movie "Magic"




























































































Ku Hye-sun, who is making her feature film directorial debut through her movie "Magic", finished the last day filming at the Saerasae Digital Theater of Goyang Aram Nuri Arts Center in Gyeonggi Province, South Korea on February 21, 2010.

check out her interview with Y-Star for more details:

Translation:
Narrator (N): Definition of Pal Bang Mi In (=beauty all around) fits this star really well. Actor to artist to composer-always showing newer sides of herself- GHS-ssi. Having a strong attitude of always challenging herself, this time, she has challenged herself to direct a full-length movie. Let's go to meet her at her film location of MAGIC or YO-SOOL.
@0:27- Last Feb.21, 2010, was the last day of filming for her first, full-length movie, YO-SOOL at KyungGiDo GoYang location.
@0:40-GHS: Hello to all YStar viewers. This is GHS. Glad to be here.
@0:46 N-She appears in a very comfortable clothing.
@0:55 (left is Director of Filming Kim of movie Speed Scandal) GHS is shouting for Director Jo.(He is Director of Lighting)
@0:58 N-holding a wireless interphone and a conti-book, she is undoubtedly a director. Due to her highly praised short film, she is now able to make a full-length film.
@1:19 GHS-(Q is what kind of movie is it?) It is a movie about cellist. A musical movie. It is about a group of musician friends, I wanted to portray their ways of living and loving in a very different way in this movie.
@1:44 N-Today is the last day of filming. GHS consults with the Director of Filming in great detail, (GHS says, would it be better for actor to hang it and go?) N-While taking the challenge to direct a commercial (or box-office) movie, she claims to have gained also as an actress.
@2:04 GHS-(Q is which job-acting or directing-she prefers?) I really like both. I cannot say which is more attractive to me but I am learning a lot about acting by directing. I really like that I am able to feel and study what I did not get while acting only.
@2:25 N-Maybe that is why she is able to very comfortably, like a friend, coach her actors on acting.
@2:34 GHS(talking respecfully to actor)-stay down and do only the scene where you come up when I give you a signal,,,
@2:46 GHS-(Q is what is it like to look at actors as a director?) Characters are not vey realistic. These musicians live their lives having somewhat unrealistic thoughts. But, many of my actors never played music. So, I thought I would have some difficulty explaining to the actors about the characters. However, they acted better than I expected that my worries disappeared.
@3:16 N-GHS took over 4 roles for YO-SOOL. Of course she is the author of the script and the director. But, she also composed the music and has a supporting role in the movie. However, even the world's most invincible GHS expressed some difficulty in filming.
@3:38 GHS-(Q is the most difficult part of making a movie?) Because our movie is a low-budget film, we had to constantly think about saving and cutting cost. I guess it is like being hungry. It is hard because we are hungry. But, aside from that, everybody helped just so much that I really did not find it diffcult.
@4:01 N-Being such a low-budget film, her fans volunteered free service when she needed a large number of people. Today, she spoke to her fans as a director for the movie.
@4:16 GHS (very respectfully to her fans) Right now I am going to shoot your reaction to the music. For now, I want you to just listen and enjoy the music as audience. Later we will take few shots that will require more acting from you all. Thank you very much.(The fans comply and claps for GHS.)
@4:40 N-For her first challege, GHS has many cheering supporters. Director of King's Man, Lee Joon Ik, came to convey his encouragement. (Goo and Director Lee met through the late Rep.Jung Seung Hae).
@4:50 Director Lee-(Q is what do you think about her directing?) Movie is a medium that cannot exist without spectators. I do not know how well and wide her movie will reach out and pull in the public's sentiment and understanding. However, once that course has been passed through, it is a birth of a new director.
@5:05 N-I get the feeling that she may have a hit commercially with so much support.
@5:15 GHS-(Q is what is you prediction about the box office?) ActualIy, have never appeared in a movie and this is my first attempt at making a full-length film. Although I have only appeared in dramas and know of percent ratings, however, I never thought about what that means in terms of actual numbers. So, I really do not know.
@5:37 N-GHS started directing on Jan.15, 2010 her YO-SOOL and its running time is 90 minutes. The movie will open during the second half of the year through a major distributor.(CJ Ent.).
@5:49 GHS-I hope many women come to see the movie. I originally wanted to tell a story of a male cellist. I think you will find this story of a male cellist written by a female very interesting.



Source: asiae.co.kr, y-star.co.kr
video shared by meow13131313@YT
Translation credit: susAmerica@soompi





Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...
 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger