News Update :
Comment di sini...Buat kamu yang pengen bertanya tentang blog ini atau tentang apapun yang berhubungan sama Korea...^^ 
ShoutMix chat widget

Drama Korea Terbaru Indosiar

Penulis : rierie_destiny on Monday, 22 February 2010 | 22:56

Monday, 22 February 2010

Annyeong chingu...;) Tanggal 22 Februari ini K-Drama Style bakal menggantikan K-Drama Brilliant Legacy yang tinggal 1 episode lagi ( besok episode terakhir ), sebelum dramanya hadir di televisi nanti, yuk kita mengenal dulu gimana ceritanya dan siapa aja sih pemain2 nya..;)


Details

  • Title: 스타일 / Style
  • Genre: Romance
  • Episodes: 16
  • Broadcast Network: SBS
  • Broadcast period: 2009-Aug-01 to 2009-Sept-20
  • Air time: Saturday & Sunday 21:45

Synopsis

Lee Seo Jung baru-baru ini bergabung dengan sebuah perusahaan majalah mode bernama Style. Bosnya, Editor Park, adalah seseorang yang di benci oleh karyawannya karena mempunyai sifat temprament dan suka marah-marah. Seo Jung sedang mencoba untuk mendaki jajaran perusahaan ini, dia menyadari bahwa dunia mode bukanlah tempat yang bagus. Romance, pengkhianatan, persaingan, dan kebohongan semua datang bersama dengan keadaan. Namun, ia bertemu Seo Woo Jin yang membantu dirinya selama masa-masa sulit ini.

Cast

Extended Cast
Cameo

Production Credits

Recognitions

  • 2009 SBS Drama Awards: Best Supporting Actress - Special Drama (Nah Young Hee)

Notes

  • Berdasarkan novel dengan judul yang sama
  • Dijuluki juga dengan sebutan Korea "Devil Wears Prada."
  • Pengambilan film / syuting pada tanggal 22 Juni di Pulau Jeju.
Episode ratings for SBS drama Style
Date Episode Nationwide Seoul
2009-08-01 1 17.6 (2nd) 17.4 (2nd)
2009-08-02 2 17.6 (4th) 17.7 (4th)
2009-08-08 3 19.5 (2nd) 20.4 (2nd)
2009-08-09 4 19.9 (4th) 20.2 (4th)
2009-08-15 5 16.9 (3rd) 16.9 (3rd)
2009-08-16 6 19.6 (5th) 19.6 (5th)
2009-08-22 7 17.5 (2nd) 17.3 (3rd)
2009-08-23 8 18.2 18.3 (4th)
2009-08-29 9 17.4 (3rd) 16.8 (4th)
2009-08-30 10 17.9 (6th) 17.4 (6th)
2009-09-05 11 15.8 (6th) 15.4 (6th)
2009-09-06 12 16.2 (6th) 15.9 (6th)
2009-09-12 13 13.9 (6th) 13.5 (6th)
2009-09-13 14 16.6 (6th) 16.3 (6th)
2009-09-19 15 14.2 (5th) 14.3 (6th)
2009-09-20 16 15.6 (7th) 15.0 (7th)
Average 17.2% 17.0%
source : TNS Media Korea, dramawiki

----------------------------------------

wah....cameo nya banyak juga tuh ,jadi pengen cepet2 nonton..;)


Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

Sinopsis Brilliant Legacy episode 27

Eun Sung menunjukkan tiketnya ke petugas dan bersiap masuk ke ruang tunggu penumpang. Lalu dia mendengar orang memanggil namanya. Dia menoleh dan ternyata Hwa,Eun Sung bergegas masuk, tapi Hwan keburu menahannya. Dia menarik Eun Sung keluar.
Datanglah Jun Se memanggil Eun Sung, mereka heran Jun Se juga datang.
"Eun Sung dengarkan ya, ayahmu tidak mati. Ayahmu Go Pyung Jung masih hidup", kata Jun Se hati-hati
"Apa, ayah", Eun Sung tak mengerti.
Lalu Go Pyung Jung muncul dan memanggil Eun Sung.
Eun Sung terperangah.
"Ini ayah"
Eun Sung menjatuhkan paspornya. Eun sung pun jatuh terduduk. Ayahnya mendekat. EunSung tak percaya dengan yang dilihatnya dia memegang wajah ayahnya terharu.

Eun Sung akhirnya mengaku bahwa dia ke sini karena ibu tirinya menjanjikannya bertemu Eun Woo dan memintanya ke luar negeri bersama Eun Woo. Mereka berpendapat harusnya SUng Hee dan Eun Woo juga ada di airport sekarang. Mereka minta Eun Sung menelepon ibu tirinya untuk memastikan.
Sung Hee ternyata meminta Eun sung membatalkan jadwal hari ini.
"Eun Woo sakit flu berat dia tidak bisa pergi hari ini", Sung Hee berbohong. Dia sambil mencari-cari EUn Woo dan mengerahkan anak buahnya untuk mencarinya. Dia berkata akan menghubungi Eun SUng lagi.
Hwan akhirny amemperkenalkan diri kepada ayah Eun Sung.

Mereka semua pulang diantar Jun Se menuju rumah Nenek. Ayah Eun Sung berkata bahwa selama ini Jun Se telah menolongnya dan mencarikan pekerjaan. Hwan kembali minder sama Jun Se yang selalu bak malaikat penolong. Ayahnya juga berkata bahwa dia mendapat e-mail atas nama EUn Sung. EUn Sung heran siapa prang yang berani mengatasnamakan dirinya.
Nenek kaget mengetahui bahwa selama ini ayah Eun Sung masih hidup dan Sung Hee ternyata telah berkata bohong padanya. Jun Se juga menguatkan bahwa selama ini Sung Hee juga berbohong tentang uang asuransi itu. Mereka juga telah mengusir Eun Woo dan Eun Sung dan hanya memberikan Eun Sung uang yang sedikit dibanding uang asuransi yang dia terima.

Jun Se pamit pulang dan akhirnya mereka membuat rencana. Nenek ingin Sung Hee mengakui semuanya kepada mereka. Mereka merahasikan dulu bahwa Eun Sung telah bertemu ayahnya. oh young Ran ditugaskan untuk menelepon Sung HEe dan meyakinkannya untuk datang tanpa diketahui Seung Mi. Young Ran berhasil Sung Hee datang karena penasaran. Hwan pergi ke bar di jalan dia menelepon Seung Mi untuk menemuinya di bar Yong Suk

Sung Hee berbicara dengan nenek. Tiba-tiba Eun Sung dan Go pyung jung turun dari atas, wajah Sung Hee melongo karena tak percaya. Oh Yong Ran ikut tegang dia memegang erat lengan pak Pyo. Eun Sung memandang wajah ibu tirinya dengan pandangan marah. Dia kali ini benar merasa dibohongi. Eun Sung tidak  basa basi dia langsung menanyakan Eun Woo.
"Aku tidak tahu. aku akan mengatakannya jika aku tahu", kata Sung Hee
Eun Sung tak percaya lagi ucapan ibu tirinya. Sung Hee juga terus membela diri tentang uang asuransi dan balik menyalahkan Go pyung Jung yang memulai semua ini.
SUng Hee keluar dari rumah nenek dengan percaya diri. di luar rumah nenek dia lemas.

Di bar Hwan mendengar bahwa Young Suk kelhilangan sepupunya.
"Sejak tadi pagi dia tidak kembali", kata yong suk
"Dari pagi, berarti sudah beberapa Jam?! Ayo cepat telepon polisi", kata Hwan
"Jangan!" yong suk buru-buru menahan Hwan. "Dia sebenarnya bukan sepupuku"
Hwan heran. Dia menjelaskan bahwa dia menemukannya karena  anak itu ingin main piano tapi setelah itu dia tidak mau pergi. Hwan menghajarnya karena memanfaatkan anak sembrangan. Dia merasa jangan-jangan anak itu Eun Woo. Dia beniat menelepon Eun Sung tapi dibatalkannya karena belum 100 % yakin.

Di tempat lain Eun Woo setelah kabur dari orang suruha Sung Hee, bingung mencari jalan pulang. Lalu dia melihat Gereja, dia masuk ke sana.

Hwan mencari-cari Eun Woo, dia meneliti jalanan yang dia lewati juga mendatangi tempat les piano di sekitar situ dan menanyakan Eun WOo tapi hasilnya nihil Hwan terus berjalan dari tempat les piano ke tempat piano lainnya. Dia sempat putus asa. Dia melihat gereja dan mendengar suara piano dari gereja. Hwan masuk, dia melihat Eun Woo dan begitu lega. Dia coba memanggil "piano" dengan nama aslinya
"Go Eun Woo". Eun Woo ternyata menoleh. Hwan senang. "Apa kakakmu bernama Go Eun Sung?", tanya Hwan
"Noona (kakak)?. Aku menunggu kakak", kata Eun Woo sambil memegang kalungnya.
Hwan tahu itu kalung yang serupa dengan kalung Eun Sung. Hwan tak menyangka dia akhirnya menemukan Eun Woo dia begitu lega dan bahagia.
"Hey bocah. ternyata kamu (yang selama ini dicari)" Hwan memeluknya dengan haru
Eun Woo risi dipeluk

Hwan mengajak Eun Woo pulang ke rumahnya. Dia membujuk Eun Woo untuk mau masuk.
"Tidak apa-apa ini rumah Hyung (kakak). Kau akan bertemu kakakmu", Hwan berusaha meyakinkan Eun Woo.
Eun Sung dan ayahnya mau keluar dari rumah Hwan. Mereka melihat Hwan dan bocah yang dibawanya. Betapa bahagia Eun Sung dan ayahnya melihatnya Eun Woo. Mereka bertiga berpelukan. Hwan senang melihat Eun Sung begitu bahagia.

Sung Hee pulang ke rumahnya , dia minta anaknya berkemas untuk pergi. Seung Mi heran dia memaksa ibunya bercerita. Seung Mi putus asa mendengar pengakuan ibunya bahwa dia meminta Eun Sung pergi.
"Bukankah aku sudah berkata berikan Eun Woo lalu kita  pergi. Ibu, mengapa aku harus mempunyai ibu macam ibu ini", Seung Mi putus asa dia tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi ibunya.

Di rumah Hwan, keluarga Eun Sung, nenek dan Hwan berbicara bersama. Hwan bercerita bagaimana dia menemukan Eun Woo. Eun Woo tiba-tiba nyeletuk."Aku tidak boleh menelepon jika ingin bertemu Noona (Kak eun sung)"
"Siapa yang berkata itu", kata Eun Sung kaget
"Ibu", jawab Eun Woo
Dia lalu menyebutkan dengan lancar no telepon ibu tirinya, alamat rumahnya bahkan no polisi mobilnya.
Eun Sung yakin jadi selama ini ibu tirinya l ah yang memisahkan EUn Woo darinya, dia bertarmbah geram.

Mereka sekeluarga berniat mendatangi langsung aparment Sung Hee. Nenek meminta Hwan untuk mengantar mereka. Sampai di halaman apartemen Eun SUng meminta Hwan untuk pulang saja, tapi Hwan menunggu berjaga di sana.
Sung Hee bersiap untuk pergi, ketika dia mendengar ada orang mengetuk apartemennya. Dia kaget ternyata Suaminya, Eun Sung dan Eun Woo menorobos masuk. Go pyung jung sudah benar-benar marah terhadap SUng Hee dia mengangkat tangat bermaksud memukul istrinya. Tapi ternyata Eun Woo sigap menahan tangan ayahnya
"Jangan itu ibu. Nanti Ibu sakit", kata Eun Woo membela Sung Hee.
Mereka semua terdiam mendengarnya.
"Dengar tuh. Dia memanggilmu Ibu", kata Go pyung joong menurunkan tangannya.

Seung Mi tak kuat mendengar itu semua dia lari keluar. Eun Sung akhirnya ikut mengejarnya.
Eun Sung mengajak Seun tag Mi berbicara. Dia bertanya apa Seung Mi yang selama ini menulis e-mail untuk ayahnya atas nama dirinya. EUn Sung tak mengerti SEung Mi selama ini menyembunyikan kenyataan ayahnya masih hidup dari dirnya. Eun SUng tak habis pikir jika dia benar-benar jadi ke amerka dia tidak akan bertemu ayahnya lagi.Eun Sung menayakan motif Seung Mi.
 Seung Mi sendiri tidak punya ayah kandung yang baik, dia senang pada ayah Eun SUng. Dia selama ini cemburu pada kedekatan EUn Sung dan ayahnya.
"Tapi ayah kan tak pernah mengabaikanmu", bela Eun Sung. Karena itulah aku semakin tidak nyaman.


"Karena ayahmu sangat berarti bagimu seperti Hwan berarti bagiku", kata Seung Mi. Seung Mi tahu dia tidak bisa mendapatkan Hwan lagi.

"Jadi kau melakukan semua ini hanya gara-gara seseorang (hwan)?!" , tanya Eun Sung marah.

Hwan dari jauh diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.
"Saya minta maaf Eun Sung", kata Seung Mi.Eun Sung masih kesal dia meninggalkan SEung Mi.

Seung Mi duduk dan menangis Hwan lalu menghampiri Seung Mi.
"Apa kamu ini benar-benar Seung Mi yang saya kenal?",tanya Hwan kecewa. Dia mengangkat Seung Mi yang sedang duduk dan mengguncangkan badannya "Apa ini kamu?"
Dia pergi meninggalkan Seung Mi.

Keesokan harinya Jun Se datang bersama ayahnya menjemput ayah Eun Sung. Mereka bermaksud menolong Go Pyung Joong melapor pada yang berwajib untuk mengembalikan identitasnya semula.

Eun Sung, Eun Woo dan ayahnya akhirnya pindah ke rumah kecil Eun Sung di Bu Am Dong. Ayahnya berjanji dia akan bekerja keras untuk anak-anaknya. Eun Sung juga berkata dia akan bekerja. Eun Sung memasakkan mereka makanan. Dia telah berkata dia menggantijurusan kuliahnya di amerika dan mengambil jurusan seni memasak. Eun Woo sangat suka masakan kakaknya begitu pula ayahnya.

Di rumah nenek, keluarga membicarakan seung Mi dan ibunya. Mereka bingung karena uang Sung Hee tega berbuat jahat dan karena Hwan seung mi tega berbohong. Hwan risi mendengarnya dia pergi ke kamarnya . Nenek menghampiri hwan di kamarnya
"kamu tidak senang Eun Sung telah berkumpul lagi dengan keluarganya?", tanya Nenek
"Tentu aku senang"
"Tapi mengapa wajahmu murung?"
"Aku merasa tidak enak karena aku juga yang menyebabkan mereka sempat terpisah"

Sung Hee pergi ke bank dia menutup buku tabungannya, dia juga mengurus penutupan tokonya. Ketika pulang seung mi mengajak ibunya untuk pergi dari rumah ini dan memberikannya pada Eun Sung. Seung Mi tidak mau dihantui rasa bersalah dan ingin membayar kesalahannya. Kali ini ibunya tak mencegahnya
"Terserah, lakukan saja sesuai keinginanmu"

Malam itu Seung Mi tak bisa tidur , dia memikirkan ibunya. Perasaannya tidak enak, dia ke kamar ibunya. Dia heran ibunya tidak ada di sana, tapi tas ibunya tergeletak di bawah. Dia melihat HP dan kunci mobil ibunya pun masih ada di situ. Seung Mi langsung panik dia pergi ke luar mencari memanggil-manggil ibunya.
Tak jauh dari situ Sung Hee naik ke lantai atap apartemen. wajahnya sangat putus asa.
Dia pergi ke pinggir pagar dan melihat ke bawah. Dia membuka sandalnya. dan naik ke ujung pagar. Dia berniat bunuh diri.

cr : nana-catatanku.blogspot.com

Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...

God Of Study Episode 4

Episode Sebelumnya
Seok Ho: Siapa yang menyuruh kau pergi? Sampai kalian berhasil diterima di Universitas Chun Ha, tidak boleh ada seorang pun yang meninggalkan kelas ini.
Sinopsis/Recap God of Study Episode 4
Seok Ho dan ayah Chan Doo berdiskusi untuk menyelesaikan masalah. Seok Ho menunjukkan pada ayah Chan Doo sebuah map. Ia berkata, nilai terbaik Chan Doo saat ujian adalah 52. Jika Chan Doo bisa mendapatkan nilai 80 atau diatas 80, maka ayah Chan Doo harus mengizinkan Chan Doo tetap tinggal di Korea. Mendengar percakapan mereka, Chan Doo masuk dan berkata bahwa ia tidak yakin bisa mendapat nilai 80. "Bagaimana bisa aku mendapat nilai 80?" katanya. Namun Seok Ho berkata padanya, "Apa kau ingin pergi ke Amerika seperti ini? Seperti hewan ternak yang akan dipotong? Kau tidak akan pernah bisa menggapai mimpimu atau berdiri dengan tegap. Apa kau ingin melarikan diri? Apa kau mau mengecewakan teman-temanmu yang peduli padamu dengan tidak bertanggung jawab seperti ini?". Tidak bertanggung jawab maksudnya adalah kalau Chan Doo keluar, maka otomatis kelas khusus akan dibubarkan karena tidak ada lagi 5 orang murid. Chan Doo terdiam sejenak, lalu berkata pada ayahnya, "Ayah, aku akan mencobanya. Aku akan berusaha. Tolong lihat hasilnya 10 hari lagi saat ujian. Ayah... Izinkan aku...". Ayah Chan Doo menyetujuinya, namun ia dan Seok Ho terlebih dahulu menandatangani kesepakatan bahwa apabila nilai Chan Do tidak bisa 80 atau lebih, maka ia harus bertanggung jawab atas konsekuensi hukum.


Para murid kelas khusus menjadi ikut tertekan. Mereka bertengkar. Baek Hyun mengeluh, dan Chan Doo mendengar keluhannya dari luar. Ia kemudian masuk dan meminta maaf karena ia-lah penyebab segala masalah ini. Mulanya ia berniat untuk pergi dengan sukarela, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk mencoba dan berusaha keras. Pul Ip melirik Baek Hyun, marah. Chan Doo pergi dan duduk di atap. Pul Ip membawakan makanan dan hendak menghiburnya.
Pul Ip: Jangan terlalu dipikirkan. Walau bila tidak ada masalahmu itu, guru Seok Ho and guru Cha pasti tetap mengajari kita dengan keras. 10 hari ini, ayo kita berjuang keras.
Baek Hyun datang ke atap, tetapi ketika melihat Chan Doo dan Pul Ip, ia berbalik dan hanya melihat dari jauh.

Hari demi hari berlalu, Seok Ho dan guru Cha terus mengajari mereka. Nilai mereka cukup meningkat, namun tidak untuk Chan Doo. Nilainya masih sangat jelek dan tidak mencapai 80. Guru Cha mengajaknya ke lapangan basket di gym. Guru Cha menyuruhnya mengerjakan berlembar-lembar soal. Sampai Chan Doo mendapatkan nilai yang sempurna, ia tidak akan boleh berhenti. Berjam-jam telah berlalu, Chan Doo belum juga berhasil. Baek Hyun frustasi melihatnya dan keluar dari ruangan. Yang lain mengikutinya. Beberapa saat kemudian, Baek Hyun dan teman-temannya datang membawa kursi dan bangku, menemani Chan Doo mengerjakan soal-soal tersebut. Sedikit demi sedikit nilai Chan Doo mulai meningkat. 60, 70, 76, 80, 92, 96, 98.. dan akhirnya.. 100. Ia berhasil mendapatkan nilai sempurna. Chan Doo sangat senang sampai hampir menangis. Teman-temannya ikut senang. Sejak saat itu, Chan Doo sangat bersemangat belajar matematika. Ia belajar matematika di kelas, di wc, saat senggang di atap. Ia bangkan menggumamkan matematika dalam tidurnya. Wooow!!

Guru Cha bersemedi di puncak tebing dan menerbangkan kertas-kertasnya. Kertas-kertas tersebut kemudian bercahaya dan kembali padanya. (What the meaning of this? Aneh nian..) Ia kemudian kembali ke sekolah dengan membawa soal-soal itu.
Malam terakhir sebelum ujian, Pul Ip keluar dari sekolah diam-diam dan menuju rumahnya. Baek Hyun mengikutinya dari belakang. Pul Ip mengambil sebuah tape tua di kamarnya. Ia kembali ke sekolah, namun pintu gerbang sekarang dikunci. Untuk masuk ke sekolah, Baek Hyun menyuruh Pu Ip naik ke punggungnya. Setelah mengalami sedikit kesulitan, akhirnya mereka bisa masuk ke sekolah.

Hari ujian.
Para murid kelas khusus terdiam, tegang. Ayah Chan Doo dan para guru datang, hendak melihat proses ujian. Soal ujian dibagikan. Di awal ujian, Chan Doo terlihat stress, tegang dan panik. Namun dipertengahan ujian ia teringat perkataan guru Cha, "Matematika didasarkan pada rumus dasar. Yang harus kalian lakukan adalah menebak rumus tersebut sehingga bisa menyelesaikan soal.". Chan Doo mulai tenang dan mengerjakan soal dengan semangat.

Waktu ujian habis. Para murid dengan tegang melihat guru memeriksa ujian Chan Doo. Ternyata Chan Doo hanya mendapatkan nilai 79. Mereka semua kecewa, kecuali guru-guru Byung Moon sangat senang. Para murid protes dan berkata bahwa itu tidak adil. Namun Seok Ho tetap akan melaksanakan surat kesepakatan. Ketika orang tua Chan Doo berdiri dan hendak pergi, Pul Ip memanggilnya, "Tunggu sebentar.". Ia meminta orang tua Chan Doo untuk menonton sebuah kaset video tua saat mereka masih TK. Saat itu mereka melakukan pertunjukan untuk orang tua mereka dan ayah Chan Doo membacakan sebuah surat untuk anaknya.
Ayah Chan Doo: Anakku Chan Doo. Mungkin karena kau dilahirkan sebagai anak bungsu, namun dibandingkan kakak-kakakmu, kami lebih memanjakanmu. Kami sangat cemas ketika kau sedang sakit saat bayi. Jadi, ketika kami mendengar kau sehat dan tertawa, kami merasa tidak menginginkan apapun lagi. Orang-orang bilang bahwa belajar adalah cara yang terbaik untuk menjadi anak yang baik. Tapi kami hanya berharap kau sehat. Kami menyayangimu, Chan Doo.
Ayah Chan Doo kelihatan tidak tersentuh. "Kalian sudah berusaha keras." katanya, namun ia terus berjalan keluar sekolah. Chan Doo mengikutinya dengan berat hati. Para murid mengikuti mereka keluar. Baek Hyun berteriak marah.
Baek Hyun: Hoi, Hong Chan Doo!! Apa kau mau pergi? Apa kau tidak punya otak?! Baik, pergi sana! Pergi dan hidup yang baik di Amerika!
Ayah Chan Doo berhenti berjalan dan berkata sesuatu pada Chan Doo, lalu berjalan pergi lagi. Chan Doo terdiam dan berbalik menghadapi teman-temannya. Ayahnya mengizinkan Chan Doo tinggal dan tidak pergi ke Amerika. Para murid kelas khusus senang dan berpelukan.


Seok Ho mengadakan ujian untuk para guru. Ia memberikan selembar kertas kosong dan menginstruksikan mereka untuk menulis essay dengan tema sekolah. "Wah, tes yang gampang." kata mereka. Lebih mudah daripada yang dibayangkan oleh mereka. Para guru menulis essay dengan percaya diri. Setelah menyelesaikan ujian itu, mereka bersorak-sorak senang. Namun Seok Ho menatap kertas itu dengan wajah serius dan berkata, "KALIAN SEMUA GAGAL!!". Disambut oleh seruan kaget para guru, "APAAAA????!!!".

cr : nisasuju-chudam

Please Repost with Full Credit and include our link..Thanks..^^
comments | | Read More...
 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger